Ada banyak tempat untuk belajar, tetapi pelajaran paling bermakna sering kali lahir dari tempat sederhana—seperti lincak (tempat duduk bambu) ruang berkumpulnya Pak Karso dan kawan-kawan.…
Ada banyak tempat untuk belajar, tetapi pelajaran paling bermakna sering kali lahir dari tempat sederhana—seperti lincak (tempat duduk bambu) ruang berkumpulnya Pak Karso dan kawan-kawan. Lewat obrolan hangat yang kadang serius dan diselingi kelakar, buku Kompas Moral di Zaman Viral: Bincang Pendidikan, Moralitas, Kemanusiaan dan Kebangsaan mengajak kita jeda sejenak dari riuhnya dunia digital untuk merenungkan kembali arti kebijaksanaan. Di era yang menuntut kecepatan ini, informasi menyebar kilat dan spekulasi sering mendahului kebenaran. Buku ini menghadirkan kompas moral sebagai penunjuk arah agar kita tidak kehilangan pijakan. Berbagai isu dekat—mulai dari pengasuhan anak, gawai, empati sosial, hingga cinta tanah air—dikemas dalam bahasa yang renyah tanpa bobot akademik yang berat, membuat pembaca merasa ikut nimbrung dalam setiap dialognya. Pada akhirnya, kehidupan adalah sekolah yang panjang dan lincak menjelma menjadi ruang perjumpaan pikiran. Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan teman refleksi yang mengajak kita untuk tidak terburu-buru bereaksi terhadap apa yang sedang viral. Sebuah undangan untuk berhenti sejenak, mendengarkan, dan melangkah dengan akal sehat serta hati nurani. Selamat menikmati percakapan dari lincak kehidupan.
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama!
dan promo menarik dari kami
Berlangganan newsletter Publishing Solopos
Kompas Moral di Zaman Viral
Rp